Bagaimana jarak yang jauh tidak ada pengaruhnya sama sekali dalam pertemuan dua orang yang kelak mengikat janji satu sama lainnya? Bagaimana jurang yang begitu membentang memisahkan, malah menyatukan dua orang tersebut kelak? Segalanya bagaikan skenario yang sudah diatur oleh yang diatas. Semua yang tampak tidak mungkin, tiba-tiba malah menjadi kenyataan. Akhirnya toh kalau memang di takdirkan untuk bersama, pasti akan bersama kelak nantinya. Seberat apapun itu disana. Tak perduli seberapa jauh jarak yang memisahkan, tak perduli seberapa dalam jurang tersebut, tak perduli seberapa tinggi tebing disana, semuanya tidak berarti apapun buatku…
Pria ini hanyalah manusia yang sangat biasa. Dirinya tidak merasa memiliki apapun atau memiliki kelebihan yang bisa di tonjolkan. Kerjaannya hanya berkoar dan mengumpat, seakan-akan hidupnya hanya untuk bersenang-senang saja. Ia memiliki nilai akademis yang cukup, biasa saja, malah agak sedikit kurang. Prestasi non akademisnya nihil, nol besar. Tidak ada piala yang ia persembahkan sebagai pajangan, baik di rumahnya maupun (apalagi) di ruang kepala sekolahnya tercinta. Secara keseluruhan, ia hanya beruntung bisa bertahan hidup di dunia yang makin tidak jelas ini.
Wanita ini lebih baik segala-galanya dari pria cacingan diatas. Ia dikaruniai kepintaran yang cukup besar. Kemampuan akademisnya diatas rata-rata. Keberaniannya sebagai seorang wanita juga patut di acungi jempol. Ia sangat baik di hadapan teman-teman yang di sayanginya, tetapi santun di depan bapak dan ibu guru yang di hormatinya. Wanita ini tampak sangat sempurna dari berbagai sudut pandang.
Awal pertemuan kedua manusia tersebut terjadi saat secara tidak sengaja harus satu kelas selama satu tahun. Mereka tidak pernah saling mengenal dekat, cukup sebatas mengetahui nama satu dengan yang lainnya. Sang pria sebenarnya cukup tertarik kepada wanita tersebut, tetapi takdir belum mengizinkan mereka terikat menjadi satu sejoli. Jadi, rasa tersebut di buang jauh-jauh oleh sang pria. Sampai akhir tahun, mereka bahkan tidak pernah terlibat percakapan panjang yang seru. Kadang kala, tanya menyanya pekerjaan rumah menjadi media mereka untuk berkomunikasi. Tetapi sayang, itu semua hanyalah percakapan instan yang tidak intens. Seolah-olah mereka memang tidak di takdirkan untuk bersama.
Suatu ketika, sang pria mendapat masalah besar yang sudah tidak bisa di selesaikan lagi. Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri segalanya. Mungkin, semua ini seperti bumerang. Rasa yang telah di lempar jauh-jauh, ternyata berbalik lagi mengenai sang pria itu. Tidak butuh waktu lama bagi sang pria untuk mulai mencintai wanita tersebut. Tetapi, bagaimana harus memulai jika tidak pernah terlibat dalam suatu komunikasi yang intensif? Pilihan-pilihan yang tersedia pun tampaknya hanya menyulitkan sang pria. Walaupun rasa itu telah kembali, tetapi jarak di antara mereka berdua di rasa sudah amat renggang dan jauh. Kemungkinan untuk tumbuh rasa yang sama pada wanita itu amatlah kecil. Tapi sayangnya, pria bodoh yang mungkin akan menjadi lebih bodoh kalau tidak pernah mencoba berusaha itu malah semakin mencari-cari jalan untuk mendekati wanita itu. Melalui sindiran-sindiran halus, amat di sayangkan sang wanita tidak pernah menyadari kalau itu semua untuk dirinya.
Hampir putus asa, sang pria tidaklah patah arang. Setelah semuanya tidak ada yang berhasil, ia memutuskan menggunakan jasa orang ketiga atau Matchmaker atau Mak Comblang. Setelah berbagai fase yang cukup menyulitkan, setelah hubungan kedua orang diatas tersebut mengalami masa-masa lebih baik dari sebelumnya, akhirnya mereka bisa memasuki tahap komunikasi yang intensif. Tanpa di duga-duga oleh sang pria, wanita idamannya merespons dengan cukup baik. Percakapan mereka berdua mengalir begitu saja tanpa adanya paksaan ataupun kepentingan-kepentingan lainnya. Seperti hanya ada mereka berdua terbang bersama menuju langit ke tujuh. Semuanya terasa begitu indah, begitu lembut, dengan bumbu asmara dan percikan cinta yang semakin besar di antara keduanya. Mereka pun benar-benar merasa nyaman satu sama lainnya.Bagi sang pria, mungkin inilah hal yang paling membahagiakan untuknya. Seperti mimpi yang jadi nyata. Dan mungkin bagi sang wanita, semua keraguan pada pria itu hilang, lenyap tak berbekas seolah-olah tak ada lagi keraguan baginya untuk menerima keberadaan pria tersebut disisinya kelak.
Kamis, 21 April 2011
Hari itu matahari menjadi lebih terik dari pada biasanya, angin berhembus lebih kencang dari pada biasanya, waktu berputar lebih cepat dari pada biasanya, dan segala yang sebenarnya biasa, tetapi bagi pria ini menjadi hal yang luar biasa. Ia tahu, bahwa hari ini tidak akan seperti hari-hari kemarin. Hari ini, pria itu akan membuat satu langkah besar dalam hubungannya dengan sang wanita impiannya itu. Hari ini… Istimewa.
Semuanya berjalan seperti biasa, seperti layaknya kemarin apa yang di janjikan. Berkumpul di rumah seorang teman, maka hampir semua teman si pria, termasuk sang wanita tersebut datang untuk mengerjakan suatu agenda penting. Bagi sang pria, bukan agenda yang mengganggu pikirannya, tetapi langkah besar yang hendak di buatnya untuk kelanjutan hubungannya bersama sang wanita. Strategi sang pria berjalan mulus, dimana terjadilah keheningan saat berdua.
P : Tri, gua mau ngomong
W : Apa?
P : Gua suka sama lo Tri. Gua pengen ngabisin hari-hari berdua sama lo. Gua pengen susah seneng kita selalu bareng-bareng, kita jalanin dan laluin bareng. Apa lo mau tri?
W : Mau banget-banget-banget bo? Hahahahahaha
P : Iya tri. Gua mau banget-banget-banget
W : Iya bo
Begitulah akhir dari keputus-asaan panjang sang pria tersebut. Akhirnya, wanita yang selalu ada di dalam mimpi-mimpinya, bersedia menemani dan mengarungi lautan cinta yang panjang itu, lautan yang mungkin tidak berujung, mungkin tidak ada akhirnya, mungkin abadi… Semoga saja iya…
For you, 21 words with 1 meaning
Ek Is Lief Vir Jou . Ami Tomake Walobaschi . Je’t Aime . Gosto De Ti . Qanta Munani . Eg Elska Thig . Lakh Tirikh . Mi Aime Jou . Wuo Ai Ni . Tora Dost Daram . Ya Vas Liubliu . Ik Hou Van Jou . Naku Penda . Phom Rhak Kun . Te Quiero . Anata Aishiteimasu . Chanrackkun . Ich Liebe Dich . Ti Amo .
Aku Cinta Kamu
I Love You